JAKARTA : Percepatan tender yang dilakukan Departemen Pekerjaan Umum (PU) sejak November tahun lalu, belum efektif memacu pekerjaan proyek infrastruktur dan penyerapan APBN 2009.
Hingga akhir semester I/2009 realisasi penyerapan angaran Departemen PU baru Rp 8,23 triliun atau 23,49% dari total dana Rp 35 triliun yang dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan anggaran belanja Negara (APBN) 2009.
Sebelumnya departemen itu sempat menargetkan penyerapan anggaran hingga 47% pada semester I tahun ini.
Realisasi pekerjaan fisik hingga paruh pertama tahun ini baru mencapai 26,5%, masih jauh dari target semula sebesar 40%. Padahal hampir sepertiga proyek Departemen PU Sudah ditenderkan sejak 2008 dan sepertiga proyeknya ditenderkan pada februari 2009.
Percepatan tender tersebut rencananya untuk menghindari penumpukan pekerjaan pada akhir tahun yang akan berimbas pada buruknya kualitas.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan masih ada beberapa proyek yang ternyata belum dirancang secara cermat. Dia meminta para pemimpin proyek untuk membatalkan proyek yang belum siap dan dialihkan untuk mengerjakan proyek-proyek yang sedang berjalan dan siap tender .
“Jangan menahan proyek yang tidak siap. Ini uang negara, harus digunakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik,” katanya saat membuka rapat terbatas percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia kemarin.
Djoko mengatakan rendahnya penyerapan anggaran itu juga disebabkan oleh beberapa satuan kerja masih belum memberikan data secara lengkap. Dari 1.067 satuan kerja, ada 884 unit pimpinan proyek yang belum melaporkan belanja uang negara.
Kendati demikian, menurut Djoko, penyerapan anggaran dan realisasi pekerjaan fisik tahun ini lebih baik dibandingkan dengan keadaan pada periode yang sama tahun lalu. Pada 2008, realisasi pekerjaan proyek infrastruktur hingga semester I baru sekitar 15%.
Proyek infrakstrukur jalan Direktorat Jendral Bina Marga tercatat sebagai direktorat dengan penyerapan tertinggi yakni sebesar Rp 4,492 triliun atau Rp 26,41% dari jumlah yang dianggarkan.
Djoko menambahkan saat ini masih tersisa anggaran sebesar Rp 26,809 triliun dengan sisa waktu 6 bulan.
Sumber : Harian Bisnis Indonesia
Hingga akhir semester I/2009 realisasi penyerapan angaran Departemen PU baru Rp 8,23 triliun atau 23,49% dari total dana Rp 35 triliun yang dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan anggaran belanja Negara (APBN) 2009.
Sebelumnya departemen itu sempat menargetkan penyerapan anggaran hingga 47% pada semester I tahun ini.
Realisasi pekerjaan fisik hingga paruh pertama tahun ini baru mencapai 26,5%, masih jauh dari target semula sebesar 40%. Padahal hampir sepertiga proyek Departemen PU Sudah ditenderkan sejak 2008 dan sepertiga proyeknya ditenderkan pada februari 2009.
Percepatan tender tersebut rencananya untuk menghindari penumpukan pekerjaan pada akhir tahun yang akan berimbas pada buruknya kualitas.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan masih ada beberapa proyek yang ternyata belum dirancang secara cermat. Dia meminta para pemimpin proyek untuk membatalkan proyek yang belum siap dan dialihkan untuk mengerjakan proyek-proyek yang sedang berjalan dan siap tender .
“Jangan menahan proyek yang tidak siap. Ini uang negara, harus digunakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik,” katanya saat membuka rapat terbatas percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia kemarin.
Djoko mengatakan rendahnya penyerapan anggaran itu juga disebabkan oleh beberapa satuan kerja masih belum memberikan data secara lengkap. Dari 1.067 satuan kerja, ada 884 unit pimpinan proyek yang belum melaporkan belanja uang negara.
Kendati demikian, menurut Djoko, penyerapan anggaran dan realisasi pekerjaan fisik tahun ini lebih baik dibandingkan dengan keadaan pada periode yang sama tahun lalu. Pada 2008, realisasi pekerjaan proyek infrastruktur hingga semester I baru sekitar 15%.
Proyek infrakstrukur jalan Direktorat Jendral Bina Marga tercatat sebagai direktorat dengan penyerapan tertinggi yakni sebesar Rp 4,492 triliun atau Rp 26,41% dari jumlah yang dianggarkan.
Djoko menambahkan saat ini masih tersisa anggaran sebesar Rp 26,809 triliun dengan sisa waktu 6 bulan.
Sumber : Harian Bisnis Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar